Pendidikan Berorientasi pada Mahasiswa

Pendidikan Berbasis Mahasiswa

Pendidikan Berbasis Mahasiswa

Pada tahap awal perguruan tinggi perlu malakukan vision sharing dengan mahasiswanya sehingga mereka berjalan pada rel yang sama. Setelah fase inilah tujuan mahasiswa dan perguruan tinggi selaras sehingga pencapaian output sebagai perguruan tinggi idaman pun bisa lebih mudah tercapai.
Fungsi utama perguruan tinggi adalah menyiapkan peserta didik untuk siap menghidupi tantangan kehidupan paskakampus. Oleh karena itu, perguruan tinggi semestinya lebih akomodatif dalam mendidik mahasiswanya, bukan sekedar mendoktrinkan ilmu dari dosen kepada peserta didik, namun harus diselaraskan juga dengan rencana hidup mahasiswanya.
Salah satu kesalahan fundamental perguruan tinggi adalah kekurang-update-an mereka terhadap perkembangan di luar kampus. Konsekuensi logisnya adalah kekurangbergunaan ilmu yang didapatkan selama kuliah pada implementasi di dunia kerja.
Contoh nyatanya terjadi pada beberapa perguruan tinggi kesekretariatan yang, sesuai dengan namanya, menyiapkan peserta didik untuk mampu menjadi sekretaris handal. Paradoksnya terjadi ketika perguruan tinggi tersebut masih mengajarkan teknik mengetik dengan mesin ketik jadul padahal demand atas kemampuan tersebut hampir nihil.

sistem pendidikan

sistem pendidikan

Konsep pendidikan berbasis mahasiswa sudah cukup lama terwacanakan namun implementasinya masih jauh panggang dari api. Secara umum, konsep ini mengedepankan peran aktif mahasiswa dalam mengembangkan pendidikan, bukan hanya sekedar objek pendidikan, namun mereka merupakan subjek dalam proses belajar mengajar (PBM).
Dari konsep tersebut, implementasi untuk setiap perguruan tinggi bisa disesuaikan dengan kondisi ke-kini-an dan ke-disini-an masing – masing institusi. Salah satu penerapan umumnya adalah dengan meningkatkan jumlah forum – forum diskusi di dalam kelas, sehingga PBM menjadi dua arah, dari dosen dan mahasiswa. Peserta didik pun tidak hanya belajar dari dosen, namun juga mendapat banyak input ilmu dari rekan – rekan sekelasnya.
Program perguruan tinggi berikutnya adalah pemenuhan sarana prasarana pendukung kegiatan mahasiswa. Berperan sebagai subjek, mahasiswa mempunyai porsi yang lebih besar dalam menentukan arah kegiatannya dan perguruan tinggi mempunyai tugas untuk memfasilitasinya.
Tren yang berkembang sekarang adalah maraknya entrepreneurship di kampus. Hal ini memicu kampus untuk memfasilitasi gerakan mahasiswa untuk mandiri secara finansial, bebas dari uang bulanan orang tua. UGM pun terdorong untuk membangun CED (Center for Entrepreneur Development) untuk mengakomodasi geliat mahasiswa.
Konsep pendidikan berbasis mahasiswa akan membuat kampus semakin dinamis karena input arah pembangunan kampus idaman bukan hanya dari pihak birokrat kampus (top-down), namun peran mahasiswa akan lebih signifikan (bottom-up). Pembelajaran untuk implementasi memang masih menjadi PR bersama, namun arah perjalanan menuju realisisasi konsep tersebut harus dikawal bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: